Kelas Bunsay Level 1 Day1 Fara Noor Aziza

1 06 2017

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Selamat Pagi pembaca blog saya yang budiman dan budiwati. Hari ini saya mulai games Kelas Bunsay Level1 Day1.

Mari kita lihat dulu, Anda adalah pembaca blog saya yang type apa?ย 

  1. Jika Anda, pembaca blog baru. Pasti akan bertanya tanya, apa itu games bunsay level1 day1. Jawabannya bisa dilihat di link ini dan ini
  2. Jika Anda, sesama pejuang IIP yang sedang menjalani kelas Matrikulasi. Semanggaatt.. kita berproses bersama sama. Jangan pantang menyerah menyelesaikan matrikulasi, nanti akan ketemu kelas BunSay juga ๐Ÿ™‚
  3. Jika Anda, teman pejuang bunsay dan fasilitator yang sengaja mampir ngecek tugas. Langsung cek postingan di bawah yaa… ๐Ÿ™‚

*****

Jadi, dari aliran rasa dan preparation yang sudah saya tuliskan di postingan sebelumya. Saya merasa berdebar debar dan bersemangat sekali.

Yang sudah saya siapkan adalah :

  1. Mempelajari materi secara keseluruhan, dibaca berulang ulang, dipahami, dituliskan lagi
  2. Memilih materi apakah yang akan dijadikan tantangan pertama
  3. Mempersiapkan sheet untuk memudahkan evaluasi untuk diri saya

print bunsay 1

Saya print untuk 3 orang, 2 anak saya, 1 suami.

Poin yang saya pilih untuk tantangan kali ini adalah :

Komunikasi Produktif Pada Anak (Mengendalikan Emosi)

Apakah saya pernah marah ke anak? Pernah

Apakah saya sering marah ke anak? Jarang (menurut saya jarang)

Dampak apa yang diterima oleh anak dengan “pernah” marah ke anak?

Dampak nya, anak saya yang pertama, gampang marah juga ke adik nya. Anak saya 2 Akhtar 5 tahun, Abbas 4 tahun.

Dan kata kata yang diucapkan saat Mas Akhtar marah / jengkel / ga sabaran sama adik nya atau sama saya, adalah sama persis dengan kata kata yang saya gunakan saat saya marah. Hiks hiks sedih, mau peluk Mas Akhtar dan Adek Abbas.

Level “jarang marah” menurut saya, saja, sudah berpengaruh dan melekat ke Mas Akhtar, apalagi kalo sering marah. Hiks hiks ngerasa bersalah lagi. istighfar, Astaghfirullah hal adiem

Jujur, saya marah ke anak, waktu itu saya merasa hal yang perlu. Yang perlu digaris bawahi saya merasa hal yang perlu. Misal nya memberikan pengertian ke anak. Mas Akhtarย tolong tutup pintu nya. Anak bercanda, ngajak bermain, dengan cara, “menggoda emosi saya”, malah mainan pintu, buka tutup pintu.

Sudah diberikan pengertian, jangan Mas Akhtar nanti kecepit pintu loh. Satu dua tiga empat lima kali diberitahu, DOOOORR. Mas Akhtar, Bunda udah mau marah nih, intonasi lebih tinggi, siap siap mau marah. Baru ditutup beneran pintu nya. Nama nya juga anak anak. Pasti yang mereka tau bermain dan bermain, kita nya aja, eh saya nya aja yang kurang bisa mengendalikan emosi.

Sebenernya ada cara lain. Selain bilang. Mas Akhtar, Bunda udah mau marah nih. Yaitu, kita datangin anak nya, kita peluk, kita sayang, kita kasih tau, tutup pintu yang benar, kita ajak bicara, kenapa mas akhtar mainan pintu?, kita kasih tau bahaya nya mainan pintu dan seterusnya.

Proses marah dan proses ngasih tau baik baik, memang lebih cepet proses marah, berasa langsung selesai. Tapi tapi tapi, tidak baik untuk perkembangan diri anak.

*****

Perubahan yang saya lakukan di Hari ke – 1

  • Belajar lebih diluangkan kesabarannya.
  • Belajar dipertahankan senyumannya.
  • Belajar menerima, ga masalah kalo anak kita melakukan kesalahan
  • Belajar menerima, ga masalah rumah kotor berantakan, karena itu adalah workspace belajar anak

Hal menarik yang ada hari ini

Kami punya akuarium kecil dirumah, isi 8-10 ikan kecil. Nah, pagi ini Akhtar kasih makan ikan, secara ga sengaja di pukul akuarium nya. Ikan nya kaget, ada satu yang loncat keluar. Jatuh ke ubin, loncat loncat tergelepar gitu.

Reaksi saya :

Wah mas akhtar, lucu banget ikannya bisa loncat keluar yaa.. sambil senyum.. ๐Ÿ™‚

Reaksi akhtar :

Bunda marah sama mas? (Nggak nyangka kalo ternyata mas Akhtar berfikir kalo saya, bakalan marah sama Mas Akhtar. Padahal saya nya, ketawa, biasa aja) Hiks hiks sdih lagi deh,

Nggak Mas Akhtar, Bunda ga marah. Yuk kita ambil baskom, kita balikin ikannya ke akuarium.

Rasanya, lebih menenangkan dihati, karena ga pake emosi. Mas akhtar nya juga membantu memindahkan ikan ke akuarium, dan kita ketawa bersama. Happing ending. Smile.. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Doakan saya semoga istiqomah ya teman teman..

This is it. Level 1 day 1

#level1
#day1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: