CINTA SIMPATI

23 05 2010

Cinta. Apa toh.. Banyak sekali bahasan postingan tentang cinta. Bahkan baru kemarin, ada seorang teman yang meminta pendapat, bagaimana harus bersikap kepada seorang wanita.

Jika ditanya. Fara pernah jatuh cinta? Pernah dong  🙂

Saya type orang yang gampang kagum sama seseorang. Setelah kagum dan merasa orang itu baik dengan segala kelebihannya maka jatuhlah itu cinta (dulu). Kalo sekarang, saya sudah bisa me-manage hati, namanya Cinta Simpati.

*

Berawal pada semester pertama kuliah, ada sebuah praktikum 1 sks. Dan seorang asisten yang terlihat begitu baik dan sholeh. Bukan ding, memang baik dan sholeh orangnya.

Berlanjut pada curhatan kepada seorang kakak kelas, beliau bercerita banyak tentang Cinta Simpati -Simpan Dalam Hati-.

“Dek, saat adek mau bilang ni, ke mas asisten, kalo sebenernya adek suka ke beliau. Adek suka karena beliau orang nya baik dan terlebih sholeh.

Ada nggak kemungkinan, kalo mas asistennya juga suka ke adek. Akhirnya beliau terbayang bayang adek terus, sampai mengurangi amalan ibadahnya. Keinget adek terus, hilang lah itu hafalannya.

Adek mau, mas asisten jadi ndak fokus ibadah karena kepikiran adek terus. Alih alih jadi masuk neraka nantinya”

*eemm emang bisa sampai lebay masuk neraka gitu yaa* (dalam hati)

“Sekarang coba deh, adek yang ngalah. Belajar cinta simpati aja. Cinta simpan dalam hati. Kalo memang mas asisten itu jodoh yang diberikan Allah buat adek maka ndak akan kemana, cukupkanlah sekarang hanya sebatas kagum saja. Yaaa.”

“Kalo memang bukan jodohnya adek. Maka sekarang adalah saat yang diberikan Allah untuk belajar cinta simpati. OK.”

Dan sekarang pun, karena hatinya di manage dengan cinta simpati, perasaan suka yang dulu, berjalan mundur. Sekarang suka nya cukup menjadi kagum dan hormat aja. Ndak kurang, pun juga ndak pengen lebih.

*

Sedikit tentang kisah cinta saya, halah, apa toh, ga penting juga sebenernya untuk dibahas.

Yang penting dan ingin disampaikan disini adalah, saat cinta itu tidak tersampaikan, ndak usah lah merasa harus sedih yang berkepanjangan, atau ada kewajiban “merubah cintaku jadi benci”, atau berfikir untuk memutuskan tali persaudaraan.

Atau apapunlah itu. Kita masih bisa hidup dan menjalani kehidupan tanpa “cinta” yang sedang kita bahas ini. Masih banyak cinta yang lain, yang hadir dan tersedia di sekeliling kita. Cobalah berputar dan lihat sekeliling, banyak sekali cinta, dibanding satu “cinta” kepada lawan jenis.

Yang perlu dilakukan adalah me-manage hati. Yup, betul, me-manage hati, mengatur hati kita masing masing. Dan biarkanlah Sang Pencipta Hati ikut campur dalam mengatur hati kita. Serahkan saja semuanya pada Dia. Pasti akan dipertemukan sepotong tulang rusuk dengan pemiliknya.

Kalo sekarang si, saya lebih suka disebut menunggu cinta. Cinta yang tepat datang, pada saat yang tepat, dan oleh orang yang tepat.

*

PS Untuk seorang teman

Ndak usah merubah cintaku jadi benci yaa, ditunggu aja saat yang tepatnya. Tetep jalin silaturahim sama beliau. Sok Romantis Mode ON

Iklan

Aksi

Information

12 responses

23 05 2010
Masdin

xixixix…. cinta Simpati yah…. keknya ini tipe cinta saya nih kebanyakan, Simpan Dalam Hati, 😀

24 05 2010
fara

wahhh masdin udah khatam ilmunya ni ^_^

23 05 2010
Asop

Saya salut dengan postingan Mbak yang ini. 🙂

24 05 2010
fara

ahhh Asop bisa ajah ^_^

23 05 2010
Ompoer

cinta…..
forever and never….end
salam cinta dach……

24 05 2010
fara

hehehehe
asal jangan merubah cintaku jadi benci ^_^

24 05 2010
isdiyanto

cinta oh C I N T A . . . . .

31 05 2010
fara

bener bener ni si CINTA…

31 05 2010
Goda-Gado

Fara Fara…
kalao mentari apa Far?

31 05 2010
fara

Mentari apa yaaa…
MENcintai TApi peRgI
*halah opo hayo, ga nyambung

2 06 2010
bundadontworry

karena kita lahir dgn adanya cinta,
jangan hanya simpan di hati cintamu,Fara.
krn orang yg dicintai, tak bisa membaca pikran dan perasaanmu .
cinta Sang Maha Pemilik Cinta lah yg kuharapkan.
salam

2 06 2010
fara

gitu ya bundaaa,,,
makasi advice nya Bund,,
sipp, hanya mengharapkan cinta Sang Maha Pemilik Cinta ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: