Gaya Bahasa vs Jati Diri

7 05 2010

Bener ga ya, gaya bahasa itu merepresentasikan pemikiran seseorang. Karena kalau dilihat dari gaya bahasa saya di blog ini misalnya, sangat tidak konsisten sekali. Gaya bahasa sukasuka dan sesuai mood. Atau type gaya bahasa yang terpengaruhi oleh bacaan saya yang terakhir, dengan siapa saya sering berinteraksi.

Setelah blogwalking ke blognya Asop misalnya, berasa pengen bikin postingan yang lucu, pengalaman aneh, unik, yang bisa bikin orang tersenyum atau tertawa dengan kejadian pengalaman konyol kita. Konsisten sekali ni, Asop dengan gaya lucunya, seruuu.

Atau selepas berkunjung ke blog BENING nya Pakde Cholik, jadi lebih condong ke arah gaya bahasa yang serius tapi santai, berisi, bermakna, dan bermanfaat.

.

Kalau disebut gaya bahasa itu merupakan sebuah pencarian jati diri juga, berarti saya belum nemu jati diri ni, hehehe.

Saya jadi inget. Jaman SMA kelas 1, saya pernah menentukan arah jati diri seorang Fara Aziza. Yaitu seorang gadis yang sedikit tomboy, supel, humoris, penyuka celana pendek se-lutut, benci sekali dengan rok, suka segala macam olahraga outdoor, sedikit suka velocity di jalan raya (ngebut). Dan memang begitu adanya, jati diri ini bertahan sampai SMA kelas 3.

Kalo mematut diri di cermin sekarang. Tomboy nya masih ada, untuk pekerjaan yang β€˜lakilaki banget’ masih bisa lah. Supel dan humoris, masih ada, terbaca nggak dari gaya bahasanya. Celana pendek se-lutut, eemm, sekarang sudah berjilbab, belajar menutup aurat, jadinya celana pendek se-lutut hanya untuk event cuci baju dan beresberes rumah.

Benci sekali dengan rok, hehehe, sekarang malah saya pecinta rok, untuk segala event di luar rumah yang tidak mensyaratkan penggunaan celana panjang, saya lebih prefer pake rok. Bahkan untuk hiking pun saya pakai rok gunung. Salah satu pemahaman syariat agama saya juga. Olahraga outdoor, suka banget sampai sekarang. Hiking, rafting, camping, air soft gun, keluar masuk gunung, perkebunan. Velocity tingkat tinggi, sekarang cenderung menikmati kecepatan standart di jalan, yaa jika ada yang minta untuk menempuh jarak yang jauh dengan waktu yang sempit, masih bisa lah, hehehe.

.

Jadi bingungkan saya orangnya seperti apa, hehehe. Perlahan lah ya, sejalan dengan saya belajar memahami seperti apa seorang Fara Aziza itu sendiri, dan visi misi kehidupan saya di masa depan.

Hayooo, yang sudah menemukan Gaya Bahasa, Jati Diri, dan Pola Pemikiran, diri sendiri siapa???

Iklan

Aksi

Information

22 responses

7 05 2010
Asop

Huaaaaa saya jadi terharu, nama dan blog saya disebut-sebut… πŸ˜₯
Saya jadikan pengakuan Mbak Fara untuk pelecut semangat agar makin rajin nge-blog. πŸ™‚

Sebenernya, saya sendiri masih belum menemukan arah tulisan di blog saya. Yang keluar di otak saya dan yang terjadi di kehidupan saya semuanya konyol2, jarang banget yang serius, jadi ya selalu tulisan yang mbanyol dan kocak yang saya taruh di blog. πŸ˜† Seandainya nanti saya kerja dan udah berkeluarga, mungkin nanti bakal saya tulis topik2 postingan yang lebih serius dan “dewasa”. Who knows? πŸ˜€

7 05 2010
fara

saya salah satu fans nya mas Asop loh,,
tulisan nya lucu seger konyol aneh nyentrik unik lah… πŸ™‚

keep blogging mas,
menunggu saat mas asop nikah dan posting tulisan yang serius dan ‘dewasa’ ala Asop πŸ˜€

7 05 2010
galihsatria

Mungkin sudah dua tahun lebih saya pakai gaya bahasa agak formal. Akibatnya, jadi kelihatan tiga tahun lebih tua ha ha ha…

7 05 2010
fara

wahhh, keliatan 3 tahun lebih tua,,
ndak papa pak, walopun emang usianya tua, tapi kan tetap berjiwa muda πŸ™‚

saya nebak pak galih ini angkatan 98, bener ga?? πŸ˜€

8 05 2010
kisahkisruh

he.. kadang daya kalo nulis sekenanya. gaya bahasanya mengikuti hati ^_^

8 05 2010
fara

sama mas, sedang merapikan tulisan ini, biar lebih enak dibaca πŸ˜€

8 05 2010
darahbiroe

gaya bahasa
aku juga gak konsisten owq
berubah ubah
sesuai mood ajah
πŸ˜€

8 05 2010
fara

wahhh i’m not alone berarti πŸ™‚

8 05 2010
Tour, Food, and Health

hu’uh…suka-suka aja…yang penting happy…gaya bahasa ngikungin kemana hati berlabuh,,,hehehe…

8 05 2010
fara

sekarang hatinya melabuh dimana??? πŸ™‚

8 05 2010
Rohmah

numpang lewat ya… menurutku gaya bahasa menunjukkan mood penggunanya. kaya aku nih… kadang ngomongnya kasar, kadang juga lembut n keibuan #BesarKepala πŸ˜€

11 05 2010
fara

ehh, mba rohmah mampir kesini juga..
iya si mba, kadang sesuai mood juga, ga tau ni, fara malah bisa bikin puisi pas sedih ataw lagi bingung ataw lagi kangen sama orang rumah..
Kalo lagi seneng malah ga bisa ^_^
*sesuai mood*

10 05 2010
Nia

kalo nia asal nulis aja far.. ga bisa bergaya, kecuali kalo ada kamera, hahahahahaha

11 05 2010
fara

hehehehe
kalo bergaya di depan kamera, sama kaya fara juga itu mbak ^_^

11 05 2010
isdiyanto

betul… betul… gaya bahasa seseorang memang menunjukkan jati diri orang tersebut..

12 05 2010
fara

iya pak is,,,
sedang mencari jati diri saya,, ^_^

13 05 2010
Aulia

semoga gaya kita bisa menjadi khas dengan gaya masing-masing, tidak meniru orang lain karena itu sering dianggap tidak percaya diri. Jadilah diri sendiri yang bisa berguna dan bersosialisasi dengan orang sekitar, semoga kita bisa! πŸ˜‰

24 05 2010
fara

semangatt,, iya ni aulia,,,
menemukan gaya bahasa, lebih nyaman rada seriusan sepertinya si saya ^_^

15 05 2010
Duniaku

gaya bahasa saya ancur πŸ˜€ ngikutin EYD juga nggak πŸ˜€ asal-asalan ajah πŸ˜€ salam kenal πŸ˜€

24 05 2010
fara

salam kenal juga,,
duniaku ^_^

25 05 2010
cempaka

sy sering berubah2 mbak.. belon bisa konsisten hiksss

31 05 2010
fara

sama cempaka, kalo difikir fikir memang kadang juga dipengaruhi oleh mood hati juga ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: