aku kaos kaki

27 01 2010

mata mencari, “mana ya buku itu”,

ruangan gelap, penuh rak buku, tiap rak berjejalan pula buku nya, mataku juga sudah minus 50, tambah keras lah kerja mataku

“mana mana buku nya ya?” mata mencari, kalo kata anak IT bilang tracing one by one, dari kanan ke kiri, rak satu ke rak dua, rak dua ke rak tiga,

RAK TIGA

cahaya semakin redup, siang hari, seharusnya panas, tapi ini, disini, di rumah kontrakan ini, cahaya ndak mau masuk, tirai jendela terlalu rapat, belum dibuka pemilik rumah,

BELUM KETEMU

“hey mata, harus lebih fokus lagi”, perintahku, mata bersigap. mata berkirim pesan ke otak. “tak tak, tolong jaga, kelopak mata tetap di tempat, jangan dulu bergerak”. “siap, mata, laksanakan!” sahut otak

TRACING RAK KE TIGA

dari kanan ke kiri, satu buku ke satu buku, semakin ujung, cahaya rak semakin berkurang,

mata bekerja keras, otak bersigap menjaga kelopak, cahaya semakin meredup.

di ujung rak.

“AKU MENCIUM BAU ANEH”, hidung berteriak. “HEY, kawan-kawan, sungguh, aneh sangat”, “berhenti sejenak kawan”

semua seirama, mundur teratur bersama, ke belakang.

*

“mata, hidung, ayo kalian kompakan, cari bau aneh apa itu tadi”, perintah otak

“yang pasti aku tadi menciumnya, dan tepat sekali ada di ujung hidung, karena aku cuma bertugas mencium, jadi tak tahu benda itu apa”, hidung berujar

“kalo aku, nggak keliatan sama sekali, bener bener ga keliatan. Lha wong ruangannya gelap gini”, mata menyahuti

**

“okay, ayo sekarang kumpulkan informasi, dari penglihatan dan penciuman”, otak memerintahkan

“zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz”, hidung mengirim sinyal ke otak

“yyyyyyyyyyyyyyyyyy”, mata mengirim sinyal ke otak

***

Giliran otak yang bekerja

Bekerja bekerja bekerja dan menyimpulkan

“Astagfirullah hal adhziem teman teman. Taukah apa tadi yang kita cium?”

“Itu tadi kaos kaki bau yang belum dicuci, yang ditaruh pemiliknya di rak buku.”

“argghhhhhhh,,,, hdai1%&@())!_!kdnk:”/.,;<>,,–“, otak hidung mata berbarengan

****

Kejadian ini dialami di salah satu kontrakan teman, yang maaf identitasnya tidak dapat saya sebutkan karena bukan merupakan sebuah prestasi.

Pesan moral, bagi siapapun, jangan pernah menaruh kaos kaki sembarangan, di rak buku pula….!!!!!! rrrrrrrrrrrrrrrrgggghhhhhhhhh

Iklan

Aksi

Information

5 responses

27 01 2010
chacha

ahahahahahaha…
LOL TO THE MAX..

28 01 2010
fara

hehe, bener2 LOL, kurang kerjaan bgt itu yg naruh kaos kaki d rak buku 😀

3 02 2010
Dian

Eh.. miss beres beres kena tulah kaos kk ni

3 02 2010
Dian

Hobi mu bikin puisi ga ilang2 yo mba.
Lanjutkan.
Bikin o puisi ttg aq po’o, yaaaaaa

4 02 2010
fara

ya ya ya, nanti dibikinin, insya allah.
tema opo yo yg tepat,
kelinci yg dikasi makan lombok oleh tuan nya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: