Hari Ketujuh, Fara Noor Aziza, Tugas Cahaya Ananda

20 01 2019

Hari Ketujuh disiniiiiiiii…

Assalamualaikum warohamatullohi wabarokatuh

Hai,, semuanya, perkenalkan nama saya, Fara Noor Aziza, saya berasal dari IP Tangerang Selatan.

Tugas ini saya buat, untuk memenuhi persyaratan sebagai calon Fasilitator Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 7 (MIIPB 7)

*

Kembali lagi kita di hari Ketujuh

*

Tugas ini adalah tentang Fitrah Based Education, bagaimana penerapan FBE sehari hari untuk anak anak. Mirip mirip tugas kelas Bunda Sayang yaa, dimana kita diminta dengan sadar untuk mengamati kegiatan anak, dan menumbuhkan keinginan belajarnya sesuai fitrah.

*

I know you know, let discuss

*

Journey : Fokus pada cahaya Ananda

Tujuan : Merasakan pengalaman, mengamati dan mensyukuri fitrah anak

*

Kadang kadang memang, ga ada yang bisa diceritakan sih, tentang case FBE ini, karena memang kadang casenya tidak terjadi setiap hari, setiap momen.

Bisa kita ciptakan, atau let it flow begitu saja

 

Kalo boleh dihari terakhir ini adalah kesimpulan Journey 6 hari yang lalu.

 

Journey : Fokus pada cahaya Ananda

Kalo boleh diibaratkan, kayak kita sholat sehari hari. Seringkali bacaan surat pendek dalam sholat itu adalah Triple Kulhu. Al Falaq, An Nas, Al Ahad. (eh penontooon,, iyya apa iyya niii)

 

Tau ga kenapa hal itu bisa terjadi?

Karena saat kita sholat, kita tidak mempersiapkan dari awal, surat apa yang mau dibaca, di rakaat pertama, di rakaat kedua dan seterusnya. Jadinya kita mengalir begitu saja. Terserah aja, surat yang mengalir di kepala, surat apa, itulah surat yang dibaca

 

Analoginya sama dengan parenting anak.

Jika kita tidak mempunyai visi misi, breakdown jadwal harian, jadwal mingguan, jadwal bulanan. Yang terjadi adalah style parenting kita yaaa begitu begitu aja, mengalir dibawa sama air. Iyya kalo mengalirnya ke sungai yang indah, kalo mengalirnya ke selokan, kan bauuu.

Astagfirullah hal adzieemmm..

Ini ngaca ke diri sendiri banget ni.

 

Itulah yang membuat saya menyenangi bergabung dalam kelas kelas IIP, kita senantiasa di reminder untuk tetap pada tracknya. Di kelas matrikulasi awal, inget tentang visi misi diri, dan keluaarga, tentang kuadran bisa dan tidak bisa, tentang membaca st-30 diri, banyak hal tentang ilmu parenting yang saya dapatkan di IIP ini

Terima kasih IIP yang memberikan tugas untuk mengamati binar binar cahaya anak saya. Yang secara tidak langsung, menjadikan saya tetap fokus, dan selalu diingatkan tentang visi misi diri dan keluargaa

 

#Fitrah-Home based Education
#Training.Calon.Fasil.MIIP#7
#Ibu.Mendidik.dengan.Nurani





Hari Keenam, Fara Noor Aziza, Tugas Cahaya Ananda

19 01 2019

Hari Keenam disiniiiiiiii…

Assalamualaikum warohamatullohi wabarokatuh

Hai,, semuanya, perkenalkan nama saya, Fara Noor Aziza, saya berasal dari IP Tangerang Selatan.

Tugas ini saya buat, untuk memenuhi persyaratan sebagai calon Fasilitator Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 7 (MIIPB 7)

*

Kembali lagi kita di hari Keenam

*

Tugas ini adalah tentang Fitrah Based Education, bagaimana penerapan FBE sehari hari untuk anak anak. Mirip mirip tugas kelas Bunda Sayang yaa, dimana kita diminta dengan sadar untuk mengamati kegiatan anak, dan menumbuhkan keinginan belajarnya sesuai fitrah.

*

I know you know, let discuss

*

Journey : Fokus pada cahaya Ananda

Tujuan : Merasakan pengalaman, mengamati dan mensyukuri fitrah anak

*

Hari ini, adek menemani Bundanya yang lagi, ngerjain tugas per IP-Tangsel-an. Jadi sekretaris kepanitiaan milad IP Tangsel. Selama di depan laptop, yang disaat jam anak anak, masih aktif, saya meminta izin ke anak anak untuk kerja.

 

Mas : M

Adek : A

Bunda : B

 

B : Bunda izin kerja dulu yaaa, mas adek, mau kerja sebentar di laptop. Mas sama adek maen maen berdua dulu yaaa

M : Lama ga Bun, kerjanya?

B : Satu jam yaaa, nanti sampai jarum panjang jamnya di angka 12 lagi

M : Oke, mas maen maen, dideket sini ya, dideket bunda kerja. Mas suka disini

B : Oke

 

Lebih dari jam yang sudah disepakati ternyata kerjaan belum selesai. Revisi proposal sama revisi suratnya banyaakkk.

 

A : Bunda udah selesai belum?

B : Oiyaaa, dek, sudah selesai waktunya. Tapi tugasnya bunda belum selese.

M : Kalo sudah selese, berarti sekarang bisa baca buku sama emas sama adek.

 

Kalo dilanjutkan, ga akan selesai selesai. Sebagai orangtua yang baik, idealnya adalah berhenti dan kembali lagi beraktivitas dengan anak anak, karena memang waktunya sudah selesai. Tapi kan itu kondisi idela, kenyataannya, ferguso, tugas saya belum selese niiii. Hayoooo apa yang saya lakukan hayooo.

 

B : Kalo bunda, minta waktu tambahan, sampai jarum jam di angka 3, boleh ga?

M : Terakhir yaa, nanti ga boleh nambah nambah lagi kerjanya

 

Alhamdulillah, aman untuk case ini. Dengan perpanjangan waktu, alhamdulillah selesai juga tugasnya. Akhirnya melanjutkan kegiatan membaca buku bareng anak. Kalo ternyata, perpanjangan waktu tidak di approve, maka orang tua harus konsisiten dengan janji awal. Dan mengikhlaskan tugasnya, diselesaikan nanti.

 

Terima kasih IIP yang memberikan tugas untuk mengamati binar binar cahaya anak saya..

 

#Fitrah-Home based Education
#Training.Calon.Fasil.MIIP#7
#Ibu.Mendidik.dengan.Nurani





Hari Kelima, Fara Noor Aziza, Tugas Cahaya Ananda

18 01 2019

Hari Kelima disiniiiiiiii…

Assalamualaikum warohamatullohi wabarokatuh

Hai,, semuanya, perkenalkan nama saya, Fara Noor Aziza, saya berasal dari IP Tangerang Selatan.

Tugas ini saya buat, untuk memenuhi persyaratan sebagai calon Fasilitator Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 7 (MIIPB 7)

*

Kembali lagi kita di hari Kelima

*

Tugas ini adalah tentang Fitrah Based Education, bagaimana penerapan FBE sehari hari untuk anak anak. Mirip mirip tugas kelas Bunda Sayang yaa, dimana kita diminta dengan sadar untuk mengamati kegiatan anak, dan menumbuhkan keinginan belajarnya sesuai fitrah.

*

I know you know, let discuss

*

Journey : Fokus pada cahaya Ananda

Tujuan : Merasakan pengalaman, mengamati dan mensyukuri fitrah anak

*

Ada beberapa kebiasaan yang secara ga sadar dilakukan oleh orang tua, yaitu melayani anaknya dengan dalih sayang, pengen waktu cepat selesai, pengen lhang tak tek (kalo kata orang Jawa). Dan orangtua tersebut adalah saya, huhuhuhuhu..

 

Yang sering saya lakukan adalah memakaikan baju anak anak. Dan oleh karena, saat ini, kita sedang getol getolnya FBE, maka suasana dan suasini menjadi adem untuk parenting, maka kita akan sekalian praktek untuk adek belajar pakai baju sendiri. Mas akhtar, alhamdulillah sudah cakap

 

Adek : A

Bunda : B

Mas : M

 

A : Buuuunnn, adek ga bisa pakai celananya

B : Bisa adek, sini bunda ajarin.

M : Sini, mas aja yang ajarin bun

 

Wow wow wow, wait, okee coba kita berikan kepercayaan untuk mas akhtar, membantu mengajarkan cara memakai celana ke Adek

 

M : Giini dek, ini celana nya dibuka gini. Dilihat dulu celananya, ini dibenerin gini dek. (memperagakan, melipat, eh apa yaa, celana yang kebalik, jadi ga kebalik, me apa itu namanya. Oia membenarkan celana dari yang kebalik, jadi ga kebalik)

A : Tapi adek ga bisaaa

M : Bisa, adek dicoba dulu, ini mas tunjukin nih caranya nih

A : Adek bisa Bun?

B : Iyya, adek bisa, adek kan hebat, pintar belajar, pakai celana sendiri. Go Abbas, go Abbas, gooo.. Ayook adek B-I-S-A. (ala ala cheerleader)

 

Setelah belajar ini itu, ini itu, gabruk sana gabruk sini, dengerin penjelasan Mas Akhtar. Alhamdulillah Adek bisa pake celana sendiri

Kejadian tadi tuh, ada 2 hal yang bisa dicatatkan di Journey ini,, (cieee, tugasnya bisa dikerjain ni berarti)

  1. Adek, alhamdulillah belajar pakai celana sendiri. Semakin mandiri, semakin percaya diri.
  2. Mas, belajar untuk menjadi instruktur bagi adeknya. Belajar membantu adek, memberikan kepercayaan diri juga untuk mas.

Tugas bundanya sebagai orangtua adalah mendampingi, menyemangati, dan mendoakan, agar anak anak senantiasa dalam keberkahan Allah SWT.

 

Terima kasih IIP yang memberikan tugas untuk mengamati binar binar cahaya anak saya..

 

#Fitrah-Home based Education
#Training.Calon.Fasil.MIIP#7
#Ibu.Mendidik.dengan.Nurani





Hari Keempat, Fara Noor Aziza, Tugas Cahaya Ananda

17 01 2019

Hari Keempat disiniiiiiiii…

Assalamualaikum warohamatullohi wabarokatuh

Hai,, semuanya, perkenalkan nama saya, Fara Noor Aziza, saya berasal dari IP Tangerang Selatan.

Tugas ini saya buat, untuk memenuhi persyaratan sebagai calon Fasilitator Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 7 (MIIPB 7)

*

Kembali lagi kita di hari Keempat

*

Tugas ini adalah tentang Fitrah Based Education, bagaimana penerapan FBE sehari hari untuk anak anak. Mirip mirip tugas kelas Bunda Sayang yaa, dimana kita diminta dengan sadar untuk mengamati kegiatan anak, dan menumbuhkan keinginan belajarnya sesuai fitrah.

*

I know you know, let discuss

*

Journey : Fokus pada cahaya Ananda

Tujuan : Merasakan pengalaman, mengamati dan mensyukuri fitrah anak

*

Adek : A

Bunda B

 

A : Bun, adek menemukan kaki seribu buuun. Itu Bun, ditaman depan

 

Memang, season season ini, halah season drama korea kali, banyak caterpilar, ulat bulu, yang keliaran di taman sekitar komplek. Karena awalnya anak anak, sudah kenal dengan kaki seribu, dan bentuk dari ulat bulu, mirip mirip kaki seribu makanya, Adek menyebutnya kaki seribu, padahal itu ulat yang akan bermetamorfosis menjadi kupu kupu.

 

B : Ooooohhh itu bukan kaki seribu dek, itu adalah ulat bulu

A : Ituuu sama Acal sama dihya, kaki seribunya mau dimatiin (tetep kekeuh kaki seribu)

B : Terus adek bilang apa?

A : Kan ga boleh ya Bun, nanti kalo kaki seribunya mati, nanti kangen sama Bundanya, ga bisa ketemu lagi, sama Bundanya.

B : Nah, betul adek, itu adek udah tau, udah kasih tau Acal sama Dihya belum?

A : Udah, tapi Acal sama Dihyanya ga mau denger.

B : Yuukkk, bunda temenin, kasih tau ke Acal sama Dihya, kalo kaki seribunya, dilihat aja. Ga boleh dikuwik kuwik pake tongkat, ga boleh diganggu.

 

Akhirnya Bunda dan Adek, bareng barang, mengedukasi, halah bahasanya, mengasih tau ke teman teman di komplek untuk menyayangi binatang. Kita ga boleh menganggu binatang lain, yang tidak menggangu kita.

Alhamdulillah adek sudah tau, tentang menyayangi binatang. Alhamduliillah adek juga sudah berani mengungkapan pendapat tentang, kita ga boleh menyakiti binatang, mengungkapkan pendapat ke teman temannya.

Cuma memang, teman teman, kadang perlu diyakinkan dengan hadirnya sesosok orang dewasa, yang membantu menjelaskan. Dan mendidik anak anak satu permainan dengan anak kita, juga merupakan tanggung jawab dari orangtua tetangga masing masing.

It takes a village to raise a children

 

Terima kasih IIP yang memberikan tugas untuk mengamati binar binar cahaya anak saya..

 

#Fitrah-Home based Education
#Training.Calon.Fasil.MIIP#7
#Ibu.Mendidik.dengan.Nurani





Hari Ketiga, Fara Noor Aziza, Tugas Cahaya Ananda

16 01 2019

Hari Ketiga disiniiiiiiii…

Assalamualaikum warohamatullohi wabarokatuh

Hai,, semuanya, perkenalkan nama saya, Fara Noor Aziza, saya berasal dari IP Tangerang Selatan.

Tugas ini saya buat, untuk memenuhi persyaratan sebagai calon Fasilitator Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 7 (MIIPB 7)

*

Kembali lagi kita di hari KETIGA

*

Tugas ini adalah tentang Fitrah Based Education, bagaimana penerapan FBE sehari hari untuk anak anak. Mirip mirip tugas kelas Bunda Sayang yaa, dimana kita diminta dengan sadar untuk mengamati kegiatan anak, dan menumbuhkan keinginan belajarnya sesuai fitrah.

*

I know you know, let discuss

*

Journey : Fokus pada cahaya Ananda

Tujuan : Merasakan pengalaman, mengamati dan mensyukuri fitrah anak

*

Mas: M

Bunda : B

 

M : Bun, mas merasa mas Akhtar mau bikin susu Milo

 

Biasanya langsung dibikinin sama Bundanya, karena secara sadar sekarang lagi mengamati cahaya ananda, halah, maka sebagai ibu yang baik hati dan tidak sombong, mencoba untuk menunmbuhkan benih benih cahayanya..

 

B : Oohhhh, boleh silahkan, kalo mau bikin susu milo. Mas Akhtar udah tau belum gimana caranya?

M : Sudah Bun, mas merasa, mas mau bikin sendiri juga.

 

Biasanya lagi, bundanya kasih instruksi. Mas, tolong ambil gelas, trus itu guntingnya ada di atas dispenser. Trus digunting, diaduk lalu dikasih air yaaa sesuai kesukaan mas Akhtar.

Ini jadi inget materi kelas Bunda Sayang, keep it short and simple. Memberikan perintah ke anak anak, satu persatu dulu, ga boleh diberondong gitu. Astaghfirulloh hal adziem, bener bener kalo udah lewat kelasnya, udah lupa praktek, padahalkan inti prakteknya harus tiap hari, tiap saat, selalu. Duuuhhh, sedihh. Tapi ga papa, alhamdulillah sekarang sadar, dan artinya harus berubah. Bismillah

Jadinyalah kita pelan pelan bilang, i know you know, lets discuss

 

B : Gimana caranya kalo bikin susu milo ya mas?

M : Mas sudah tahu Bun, bunda ga usah kasih tau mas. Bunda duduk di dekat mas aja, nanati kalo mas mau tanya tanya

 

Masya Allah, ternyata kalo kita kasih ruang ke anak, anak anak bisa loh melakukan apa yang kita fikir, mereka ga bisa lakukan.

Akhirnya mas akhtar, bikin susu milo, tanpa ada interverensi dari bunda, tanpa ada instruksi awal dari bunda. Tugas bunda hanya menemani duduk disamping mas akhtar, kalo kalo ada yang mas akhtar ga tau. Sebagai penyemangat dan semakin menimbulkan rasa percaya diri anak

 

Memang kalo lagi bener gini, rasanya adem gitu parenting. Astaghfirulloh hal adziem, semoga bisa istiqomah.

 

Terima kasih IIP yang memberikan tugas untuk mengamati binar binar cahaya anak saya..

 

#Fitrah-Home based Education
#Training.Calon.Fasil.MIIP#7
#Ibu.Mendidik.dengan.Nurani





Hari Kedua, Fara Noor Aziza, Tugas Cahaya Ananda

15 01 2019

Hari Kedua disiniiiiiiii…

Assalamualaikum warohamatullohi wabarokatuh

Hai,, semuanya, perkenalkan nama saya, Fara Noor Aziza, saya berasal dari IP Tangerang Selatan.

Tugas ini saya buat, untuk memenuhi persyaratan sebagai calon Fasilitator Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 7 (MIIPB 7)

*

Jadi saya bikin tugas hari kedua disini, karen diprotes sama bapake anak anak. Bikin tugasnya pindah ke Blog ajaaa..

Lebih sedikit yang komen, lebih sedikit yang memperhatikan. Ya sekalian isi isi blog lagi..

Saya : Okelah, kalo begitu mau mu Pak e

*

Tugas ini adalah tentang Fitrah Based Education, bagaimana penerapan FBE sehari hari untuk anak anak. Mirip mirip tugas kelas Bunda Sayang yaa, dimana kita diminta dengan sadar untuk mengamati kegiatan anak, dan menumbuhkan keinginan belajarnya sesuai fitrah.

*

I know you know, let discuss

*

Journey : Fokus pada cahaya Ananda

Tujuan : Merasakan pengalaman, mengamati dan mensyukuri fitrah anak

*

Adek : A

Bunda : B

 

A : Iihhhh, lucu banget ada kuciiing, miaaoonggg..

B : Adek suka sama kucing

A : Iyya adek mau bobo sama kucing, adek suka sama kucing Bun

 

Dulu, reaksi pertama kami, (Abi dan Bundanya), adalah

Awas deekk, jangan pegang kucing

Kucingnya kotor deekkk

Nanti aja liat kucingnya, yukkk pergi kesana dulu yuuukk

 

Setelah mengikuti kajian tentang Fitrah Based Education dari Ust Harry Santosa. Yang salah satu materinya adalah menangkap binar binar mata anak anak. Mengamati anak, tentang apa yang sesungguhnya menjadi minat anak anak.

Daaannn, dalam pengamatan yang laammaa, dengan harus berbesar hati mengakui pula, ternyata anak kami, matanya berbinar binar sangaat saat melihat kuciiingg..

Iyya kucing, miaaooww..

 

Sekarang reaksi kami, sebagai orangtua adalah

Iyya dek, boleh liat kucing, boleh pegang kucing, nanti setelahnya cuci tangan yaaaa, biar nanti kalo buat makan tangannya adek ga kotor.

Dan reaksi adek adalah

Bener Bun, boleh? Yesss yess yess asyyiiikk, sini kucing miaaooowww..

 

Subhnallah, melihat binar binar dimatanya, saya speachless, terasa menyenangkan, anak kita bisa mengerjakan sesuatu yang dia sukai, dan disupport oleh orang tua nya.

 

Terima kasih IIP yang memberikan tugas untuk mengamati binar binar cahaya anak saya..

 

#Fitrah-Home based Education
#Training.Calon.Fasil.MIIP#7
#Ibu.Mendidik.dengan.Nurani





We Time bersama Suami (saat sudah punya anak)

1 05 2018

We Time bersama suami (sudah punya anak)

We time bareng suami, berasa susyah sekali, kalo sudah ada anak anak yang ngintili. ๐Ÿ˜Š
Apalagi jika anak anak, masih kecil, dan butuh pendampingan orang tua.

Ada beberapa tips and trik untuk menciptakan, we time berdua saja, bareng suami

1. Ambil cuti di hari kerja
Ini bisa dilakukan, untuk anak anak yang sudah bersekolah. Ambil cuti, dihari kerja, dan nikmati we time berdua saja, saat anak anak sedang di sekolah.

2. Berkunjung ke kantor suami, saat jam makan siang.
Ini bisa dilakukan, untuk pasangan yang kerja di ranah publik, dua dua nya. Suami atau istri bisa saling berkunjung ke kantor masing masing, dan menikmati makan siang bersama.
Atau janjian, ditempat mana, yang dekat dengan posisi kantor kedua nya.

3. Titip ke kakek, nenek, pengasuh, daycare.
Ini bisa sekali dilakukan, saat kita punya tenaga bantuan di rumah. Untuk yang tidak ada tenaga tambahan, bisa dilakukan, saat kita mudik.
Biasa nya pulang kampung, banyak sodara yang bisa menjaga mengasuh anak anak, dan waktu nya bisa dimanfaatkan untuk short escape bersama pasangan.

4. Nikmati malam berdua.
Terakhir, jika, ketiga opsi diatas, tidak ada yang cocok.
Maka, menikmati waktu berdua, di malam larut, adalah opsi terbaik.
Kita bisa rencanakan, anak tidur lebih awal, termasuk kita.
Dan bisa, bangun malam hari, we time nya, bisa dilakukan sembari ibadah malam berdua.

Apapun opsi yang diambil we time berdua dengan suami, sebisa mungkin, tidak mengabaikan anak anak.
Akan ada masa nya, kita kembali, we time berdua dengan suami.
Dan jika ke empat opsi diatas belum berhasil, maka melakukan we time, bersama seluruh anggota keluarga, akan sangat membahagiakan sekali.