Review by Astaga.com
Dunia kam
pus merupakan dunia baru untuk menemukan jadi diri. Tak heran jika ada kampus yang memiliki kubu-kubu tersendiri untuk menjaring para anggotanya. Tak terkecuali Sydney White (Amanda Bynes), yang adalah seorang mahasiswi baru di Universitas Southern Atlantic, Amerika Serikat.
Sydney White berasal dari keluarga sederhana dan diasuh oleh sang ayah Paul (John Schneider) yang bekerja sebagai pemasang pipa. Ceritanya sendiri, ibu dari Sydney yang di masa kuliah menjadi anggota Kappa, telah meninggal saat Sydney berusia 9 tahun.
Mau tak mau, diasuh oleh para pria membuat Sydney sedikit berbeda dari kaum perempuan lain. Mengetahui mendiang ibunya pernah menjadi anggota Kappa, Sydney dan Dinky (Crystal Hunt), teman sekamarnya, berjuang untuk bisa menjadi salah satu anggotanya.
Tak mudah bagi Sydney untuk masuk menjadi anggota Kappa. Aturan serta syarat yang harus dipenuhi cukup banyak, mulai dari rambut yang kebanyakan anggota berwarna pirang, langsing, pintar bergaya dan tentu kaya. Belum lagi Rachel (Sara Paxton), ketua kelompok Kappa yang kerap mendominasi serta kaya raya, menganggap Sydney pesaing berat, baik dalam polling cewek terseksi kampus maupun dalam soal cowok, yakni Tyler Prince (Matthew Long).
Gagal masuk kelompok Kappa, tidak membuat Sydney kecewa. Bergabung dengan tim Vortex, dengan tujuh mahasiswa ‘geek’, yang miskin dan aneh, Sydney mencalonkan diri sebagai ketua senat. Lawannya? Siapa lagi kalau bukan Rachel.
Akankah Sydney berhasil menjadi ketua senat? Bagaimana cara ia mengalahkan Rachel yang punya dukungan di meja dewan? Saksikan jawabnya sendiri di film “Sydney White”.
Review by ME
Di film ini dikisahkan Sidney White yang sudah harus ditinggal oleh Ibunya sejak kecil. Dan kesehariaannya ikut dan dekat dengan Ayah serta temen teman Ayahnya yang kerjanya jadi Pekerja Bangunan.
Mbak Sidney diterima beasiswa di perguruan tinggi yang dulunya adalah perguruan tinggi almarhumah Ibunya. Seneng dong rasanya mbak Sidney, dan ternyata Ibu meninggalkan satu kotak yang berisi kenangan Ibunya waktu masih di perguruan tinggi tersebut.
Si mbak Sidney berusaha untuk beradaptasi dengan kampus barunya, yang ternyata tidak seindah yang dia bayangkan. Dia harus diusir dari asrama tempat ibunya tinggal dulu, dan gabung dengan asrama yang memang tidak diperhitungkan di kampus.
Pun pastinya juga ada karakter antagonis bin nyebelin yaitu Rachel. Dan juga karakter pangeran tampan berkuda putih (halah!) yaitu Tyler Prince. Dan banyak jenis karakter teman teman baru Sidney.
Saya bilang ini film ringan, enak ditonton, ga pake mikir, mengalir, heppy ending.
Yang menarik dari film ini adalah persaudaraan yang unpredictable. Type kebanyakan film yang lainnya, kaya putri salju dan 7 kurcacinya tapi versi modern kekiniannya.
Selamat menonton…

nontong dimana ya?… secara…. gak ada bioskop
wah ini di picidi kok mas, pilem jadul juga, tapi kalo mnurut saya lumaya ringan buat ditonton. eh. awardnya belum dkerjain, tunggu bentar ya mas lagi pinishing touch award nya
hai apa kabarrrrrrrrrrrrrrr?
baikkkkk mas bagas…. weh blognya nya isinya orang2 narsis tok
nice film. buat gue nih film banyak pesan moralnya!
irfan
http://kapocong.wordpress.com
[...] film. Ternyata dia nonton film “Sydney White”. Untuk baca reviewnya silahkan klick disini. Filmnya cukup menarik dan menurut gue banyak pesan moralnya. Sekarang mari kita bahas. Cekidot [...]